Awal: Ketertarikan Saya pada Rubik #2

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang bagaimana saya mengenal dan mulai mempelajari rubik,. Hmm, saya lupa kemarin sampai dimana cerita saya,. Soalnya artikel ini saya ketik dalam kondisi offline,. Modem saya sedang bertugas di tempat lain soalnya ^^,. Ya sudahlah saya lanjutkan saja seingat saya,.

Saya mendapatkan rubik yang lumayan baik,(paling tidak waktu memutar rubiknya itu nggak pake emosi^^) ketika saya sudah mempelajari solving rubik tingkat beginner (beginner method), jadi saya tinggal melancarkan gerakan jari dan memahami algoritma saja,.

Selanjutnya saya mulai mengukur kecepatan saya dalam solving(mengembalikan rubik ke kombinasi warna semula),. Awalnya saya dapat menyelesaikan dalam waktu sekitar 2 menit lebih,. Kemudian kurang dari 2 menit,. Dan kemudian lagi^^ 1 menit 30 detik lah,. Ketika pada waktu ini, saya merasa bangga, wah, sudah kemajuan ternyata, begitu pikir saya,.

Eeeeeeeehhh, ketika browsing2 di tempatnya om goog, ternyata anak kecil usia dibawah 10 tahun saja sudah bisa solving hanya dalam waktu belasan detik, aduh aduh -_-, jadi pusing lagi saya,.

Ahirnya saya menambah intensitas berlatih saya hingga mencapai 1 menit 5 detik dalam waktu rata-rata,.

Setelah itu, setelah puas dengan waktu yang saya peroleh, saya bertemu dengan teman SMA saya (bukan yang ngajarin saya rubik di artikel pertama), kemudian dia menunjukkan kemampuan solvingnya,. Saya tanya dia belajar dimana, eh dipinjami saya bukunya,.

Setelah saya baca buku tersebut, dijelaskan bahwa ternyata memang kalau tingkat pemula, waktu 1 menit adalah wajar,. Kemudian ada metode tingkat lanjut yang menggunakan f2l, OLL, PLL, yang dengan memaksimalkan semua metode itu, kita dapat mencapai catatan waktu belasan detik, dan tentu saja dengan algoritma yang sungguh sungguh terlalu,.. haha!,

Sedikit demi sedikit saya belajar tentang f2l, yaitu menata 2 piece(biji) sekaligus di layer(lapis) pertama dan kedua,. Awalnya saya menggunakan teknik yang saya kembangkan sendiri,. Lambat laun saya menyadari bahwa teknik yang saya gunakan ternyata kurang efektif dan terlalu banyak move(memutar rubik) sehingga saya mulai mempelajari f2l kasus(kombinasi warna tertentu) demi kasus hingga ahirnya saya dapat menyelesaikan f2l dengan intuisi,. Meskipun dalam dunia cuber hal tersebut masih dikategorikan  newbie, namun saya cukup puas dengan hal tersebut,.

Setelah saya menguasai f2l(versi saya), maka saya mulai belajar OLL(Orientation of Last Layer) yaitu menata layer teratas menjadi satu warna,.

Dalam metode yang saya gunakan (Friddich) solving rubik dimulai dari layer paling bawah, kemudia layer kedua, dan terakhir layer paling atas,.

Saat ini saya hanya menguasai beberapa algoritma saja untuk OLL, yaitu yang masuk dalam kategori Two Look OLL, yang lainnya nanti menyusul, hehehe!,

Dan yang terakhir mempelajari PLL (permutation of Last Layer) yaitu menata letak piece di layer teratas ke tempat yang benar (satu warna bukan berarti tempatnya selalu benar lho,.) Nah untuk yang PLL ini sedang saya usahakan untuk menguasai semua algoritmanya sekarang,.

Dan itulah cerita saya tentang bagaimana saya mengenal rubik,. Saat ini catatan waktu saya masih sekitar 30 detik, dan akan selalu saya usahakan untuk meningkatkannya hingga saya merasa catatan waktu saya dapat dibanggakan, hehe^^,. Sebagai tambahan pamer saya disini, ^^ saya juga mempelajari rubik 4x4x4, serta blindfolded(menyelesaikan rubik dengan mata tertutup, juga mirror cube(rubik 3x3x3 dengan ukuran asimetri), dan sekarang ini saya masih belajar menyelesaikan rubik dengan satu tangan(one handed, biasa disingkat OH),. Mungkin di lain waktu saya juga akan belajar menyelesaikan rubik pyraminx(rubik dengan bentuk seperti piramida), dan rubik 2x2x2,.

Artikel ini saya tujukan untuk Anda yang ingin mengetahui sekilas tentang rubik, bukan untuk mengajarkan bagaimana menyelesaikannya,. Untuk rumus bagaimana menyelesaikannya dapat anda cari di google dengan tag solving method, rubik solving, beginner method, atau lainnya yang berhubungan,.

Saya sarankan untuk mendownload cara yang versi file pdf saja, karena biasanya yang versi pdf itu dikeluarkan dari situs yang recommended,(setahu saya ^^),.

Dan yang saya dapatkan dari rubik ini adalah,. Semakin saya dapat menyelesaikan rubik ini ke bentuk semula maka semakin saya ingin memainkannya lagi dan lagi,. Dengan rubik jenis yang sama atau yang lain, semuanya akan tetap dapat menghilangkan kebosanan dan meningkatkan penasaran, halah!, pokoknya gitu deh,. ^^

Untuk Anda, selamat bereksplorasi,

Salam, Spycuber

About cold4hands

Hanya seorang pria biasa yang mencoba mengekspresikan diri dengan karya-karya sederhana

Posted on Maret 10, 2011, in My Story, Rubik and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. weww..keren jg trnyata..n bnyak jg trik”‘a.. Pernah liat demian melempar rubik ke atas ko jadi beres hanya dg itu?? Da trik’a??pa??dmna??hahaa.. Lanjutkan sob..

  2. okelah..nanti saya cari rubik bekas yang udah ga kepake.HAH RUBIK BEKAAAS??? iya punya adek kost yang udah di musiumkan. terus belajaran lagi.

    emang beberapa bulan lalu, rubik ini tren banget ya?

    • yah, paling engga di kalangan (halah, kalangan katanya?) saya lumayan booming,.
      banyak orang jualan n banyak yang penasaran,. cuman, yang bisa cuma sedikit,. hehehe,,
      menyombongkan diri,.:mrgreen:
      btw, udah ketemu belom rubiknya?,

  3. Cari Rubik kualitas terbaik dengan harga termurah?

    Untuk speedcubes dan jenis unique twisty puzzle lain-nya bisa anda dapatkan di:

    http://www.jocubes.com
    (hardware, tutorial, solution and speedcubing method)

    Official Store Page:
    http://www.facebook.com/jocubes.page

    Thank you!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: