Berhenti Merokok

Berhenti Merokok

Memang berhenti dari rokok merupakan hal yang gampang-gampang susah, namun sekali kita bisa berhenti “for good” maka manfaatnya sangat besar, bukan saja bagi diri kita sendiri tapi juga orang orang disekitar kita.

Sering kami mendengar kegagalan dalam usaha berhenti merokok, dengan alasan bermacam macam. Namun dari pengakuan para mantan perokok yang berhasil mereformasi dirinya untuk menjadi tidak merokok, rata rata mereka juga mengalami kegagalan yang bukan sedikit sebelum mereka betul betul stop dari nikotin. Jadi kalau Anda mengalami kegagalan dalam usaha berhenti rokok, jangan putus asa, coba lagi dan jangan menyerah.

Dukungan moril dari pihak keluarga atau kawan dekat

Faktor ini adalah sangat penting dalam memotifasi komitmen untuk berhenti merokok. Pihak anggota keluarga atau kawan disekitar sebaiknya turut membantu menciptakan suasana yang kondusif  dalam rangka memperlancar usaha ini.Misalnya, untuk para perokok berat siksaan yang paling terasa adalah hari pertama sampai hari ketiga setelah rokok terakhir dihisap, ujian ini harus dilalui dengan ketabahan yang tegar. Dukungan dari orang sekelilikng atau pihak keluarga sangat dibutuhkan pada saat ini, hindarilah berita berita yang perlu konsentrasi dan emosional. Jangan diajak bertengkar, dan lain sebagainya. Penggunaan inhaler dan permen menthol banyak membantu dalam proses ini.

Lingkungan hidup turut mempengaruhi

Keadaan sekitar kita juga sangat mempengaruhi usaha ini. Contohnya, usaha Quit Smoking di California lebih mudah dilakukan, karena para perokok dipaksa secara hukum agar tidak mengepulkan asap rokok di tempat publik yang tertutup, seperti Kantor, Mall, restaurant, bahkan pada fasilitas publik yang terbukapun kadang dilarang juga. Rasanya para organ pemerintah harus lebih banyak lagi mengeluarkan peraturan pelarangan merokok ditempat tempat lainnya.

Motivasi

Bagian ini sebenarnya adalah yang terpenting, tanpa suatu motivasi Anda tidak bisa berhenti merokok. Motivasi dari diri sendiri adalah jauh lebih kuat dari motivasi yang disarankan oleh pihak lain. Contohnya, dengan kesadaran sendiri Anda bermaksud berhenti dari rokok karena: 1)Anda sayang kepada keluarga dan Anda tak inginkan akibat dari the second hand smoker terjadi pada anggota keluarga Anda. 2) Anda tak mau mati muda karena kanker paru dan meninggalkan anak anak yang masih membutuhkan orang tua disekitarnya. 3) Anda tak ingin kena kanker paru, emphysema, arterioschlerosis, bronchitis chronis, dan lain sebagainya.

Dari sisi pengobatan medis

Ketergantungan tembakau adalah suatu kondisi kronis yang seringkali membutuhkan penanganan berulang-ulang. Namun, ada cara pengobatan yang efektif yang bisa menyebabkan berhentinya kebiasaan ini untuk waktu yang lama atau bahkan selamanya. Terapi konsultasi dan terapi perilaku terbukti sangat efektif, juga berbagai farmakoterapi yang efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok sekarang ini telah tersedia. Pertimbangan-pertimbangan khusus harus diberikan sebelum dilakukan farmakoterapi pada orang tertentu: misalnya mereka yang memiliki kontraindikasi medis, mereka yang merokok kurang dari 10 batang/hari, wanita hamil/menyusui, dan para perokok berusia remaja. Lima farmakoterapi pertama yang diketahui dapat meningkatkan kemampuan orang menahan diri untuk tidak merokok adalah: bupropion hidroklorida long acting (lepas lambat), permen karet nikotin, alat sedot (inhaler) nikotin, semprotan hidung nikotin, dan patch nikotin. Dua farmakoterapi urutan kedua yang dulunya dinilai ampuh dan mungkin menurut kalangan dokter termasuk farmakoterapi urutan pertama ternyata tidak efektif, yakni: klonidin hidroklorida dan nortriptilin hidroklorida.

Plester nikotin

Plester Nikotin(patch) pada kulit yang dijual bebas relatif efektif, dan penggunaannya perlu ditingkatkan. Pengobatan ketergantungan tembakau terbukti efektif secara klinis dan relatif lebih murah dibandingkan perawatan penyakit yang lainnya.

Nah, apabila kita sudah berhasil quit smoking, berarti kita sudah merasakan hemat dan nikmat dalam kehidupan kita. Hemat dalam arti bukan saja uang yang dibelanjakan untuk rokok, tapi waktu untuk keluar membeli rokok, ,mencari korek api, dan merokok, dapat digunakan untuk keperluan yang lebih produktif. Nikmat yang diperoleh adalah kenikmatan dari suatu kemenagan yang tak ternilai.

Dr.Irawan/Indonesia Media

http://www.indonesiamedia.com/

Berhenti Merokok

Memang berhenti dari rokok merupakan hal yang gampang-gampang susah, namun sekali kita bisa berhenti “for good” maka manfaatnya sangat besar, bukan saja bagi diri kita sendiri tapi juga orang orang disekitar kita.

Sering kami mendengar kegagalan dalam usaha berhenti merokok, dengan alasan bermacam macam. Namun dari pengakuan para mantan perokok yang berhasil mereformasi dirinya untuk menjadi tidak merokok, rata rata mereka juga mengalami kegagalan yang bukan sedikit sebelum mereka betul betul stop dari nikotin. Jadi kalau Anda mengalami kegagalan dalam usaha berhenti rokok, jangan putus asa, coba lagi dan jangan menyerah.

Dukungan moril dari pihak keluarga atau kawan dekat

Faktor ini adalah sangat penting dalam memotifasi komitmen untuk berhenti merokok. Pihak anggota keluarga atau kawan disekitar sebaiknya turut membantu menciptakan suasana yang kondusif  dalam rangka memperlancar usaha ini.Misalnya, untuk para perokok berat siksaan yang paling terasa adalah hari pertama sampai hari ketiga setelah rokok terakhir dihisap, ujian ini harus dilalui dengan ketabahan yang tegar. Dukungan dari orang sekelilikng atau pihak keluarga sangat dibutuhkan pada saat ini, hindarilah berita berita yang perlu konsentrasi dan emosional. Jangan diajak bertengkar, dan lain sebagainya. Penggunaan inhaler dan permen menthol banyak membantu dalam proses ini.

Lingkungan hidup turut mempengaruhi

Keadaan sekitar kita juga sangat mempengaruhi usaha ini. Contohnya, usaha Quit Smoking di California lebih mudah dilakukan, karena para perokok dipaksa secara hukum agar tidak mengepulkan asap rokok di tempat publik yang tertutup, seperti Kantor, Mall, restaurant, bahkan pada fasilitas publik yang terbukapun kadang dilarang juga. Rasanya para organ pemerintah harus lebih banyak lagi mengeluarkan peraturan pelarangan merokok ditempat tempat lainnya.

Motivasi

Bagian ini sebenarnya adalah yang terpenting, tanpa suatu motivasi Anda tidak bisa berhenti merokok. Motivasi dari diri sendiri adalah jauh lebih kuat dari motivasi yang disarankan oleh pihak lain. Contohnya, dengan kesadaran sendiri Anda bermaksud berhenti dari rokok karena: 1)Anda sayang kepada keluarga dan Anda tak inginkan akibat dari the second hand smoker terjadi pada anggota keluarga Anda. 2) Anda tak mau mati muda karena kanker paru dan meninggalkan anak anak yang masih membutuhkan orang tua disekitarnya. 3) Anda tak ingin kena kanker paru, emphysema, arterioschlerosis, bronchitis chronis, dan lain sebagainya.

Dari sisi pengobatan medis

Ketergantungan tembakau adalah suatu kondisi kronis yang seringkali membutuhkan penanganan berulang-ulang. Namun, ada cara pengobatan yang efektif yang bisa menyebabkan berhentinya kebiasaan ini untuk waktu yang lama atau bahkan selamanya. Terapi konsultasi dan terapi perilaku terbukti sangat efektif, juga berbagai farmakoterapi yang efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok sekarang ini telah tersedia. Pertimbangan-pertimbangan khusus harus diberikan sebelum dilakukan farmakoterapi pada orang tertentu: misalnya mereka yang memiliki kontraindikasi medis, mereka yang merokok kurang dari 10 batang/hari, wanita hamil/menyusui, dan para perokok berusia remaja. Lima farmakoterapi pertama yang diketahui dapat meningkatkan kemampuan orang menahan diri untuk tidak merokok adalah: bupropion hidroklorida long acting (lepas lambat), permen karet nikotin, alat sedot (inhaler) nikotin, semprotan hidung nikotin, dan patch nikotin. Dua farmakoterapi urutan kedua yang dulunya dinilai ampuh dan mungkin menurut kalangan dokter termasuk farmakoterapi urutan pertama ternyata tidak efektif, yakni: klonidin hidroklorida dan nortriptilin hidroklorida.

Plester nikotin (patch) pada kulit yang dijual bebas relatif efektif, dan penggunaannya perlu ditingkatkan. Pengobatan ketergantungan tembakau terbukti efektif secara klinis dan relatif lebih murah dibandingkan perawatan penyakit yang lainnya.

Nah, apabila kita sudah berhasil quit smoking, berarti kita sudah merasakan hemat dan nikmat dalam kehidupan kita. Hemat dalam arti bukan saja uang yang dibelanjakan untuk rokok, tapi waktu untuk keluar membeli rokok, ,mencari korek api, dan merokok, dapat digunakan untuk keperluan yang lebih produktif. Nikmat yang diperoleh adalah kenikmatan dari suatu kemenagan yang tak ternilai.

Dr.Irawan/Indonesia Media

http://www.indonesiamedia.com/

About cold4hands

Hanya seorang pria biasa yang mencoba mengekspresikan diri dengan karya-karya sederhana

Posted on Maret 22, 2011, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. tidak merokok itu seperti berak tapi ga cebok.

  2. hahahahahahaha!, itu cuma sindiran buat saya dan Anda-Anda yang perokok,. Memang ada yang kurang rasanya kalau tidak ada asap dari tangan, wkwkwkwk!,

    nb: tangannya jangan dibakar,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: