High Speed / My Euforia

about this blog

About Me And This Blog

High Speed // My Euforia

Malam itu seperti malam biasanya,. Tak ada sesuatu apapun yang terjadi diluar dugaan,. Seperti malam di beberapa minggu sebelumnya, pukul 06.30 adalah waktu untuk menghidupkan laptop dan berselancar di dunia maya,. Jam di handphoneku menunjukkan pukul 06.28 dan aku masih duduk sendiri di ruang tamu menunggu tubuh ini bergerak untuk mengambil benda kesayanganku itu dan memasangnya,.

Namun entah kenapa hari ini aku merasakan sesuatu yang aneh,. Ah, mungkin perasaanku saja,.

Setiap hari sejak aku mendapatkan modem baru itu waktu luangku 60% kuhabiskan di dunia maya, duduk sendiri dengan tangan kanan memainkan mouse dan tangan kiri standby di antara tombol keyboard, dan sesekali menghisap rokok yang selalu menyala ketika wajahku tertimpa cahaya dari laptop,. Ya, setiap hari,.

Sebelumnya mungkin aku menghabiskan sebagian besar waktuku bermain rubik, namun sekarang kebiasaan baru ini sepertinya benar-benar menghipnotisku,. Senang sekali rasanya berkenalan dengan orang-orang baru tanpa langsung berhadapan dengan mereka,. Banyak wajah tersembunyi dari kata-kata yang mereka tulis, dan yang kutulis,. Mungkin sebagian dari mereka menuliskan apa yang mereka pikirkan dan mencerminkan bagaimana diri mereka di dunia nyata,. Namun sebagian menutup-nutupi entah dengan sengaja atau tidak, termasuk aku,.

Waktu terus berjalan namun aku masih belum beranjak dari sofa dan masih dengan posisi yang sama, duduk melihat ke jendela menatap gelap di luar dan sesekali orang lewat melihat ke jendela yang sama denganku kemudian tersenyum dan kubalas dengan senyuman pula, entah ia melihatnya atau tidak, namun dengan itu aku tahu bahwa aku tidak sedang bermimpi,.

Masih,. Pukul 07.12,. Aku belum beranjak namun kali ini aku menyandarkan kepala ke samping, sambil menghisap rokok di tangan kiriku yang tersandar di pinggitran sofa aku berpikir,. Aku tidak benar-benar tahu yang ku pikirkan saat itu namun sepertinya otakku sibuk menggambarkan hal-hal yang tidak penting,.

Aku berdiri menuju ke sebuah saklar di seberang ruangan,. Kupadamkan lampu ruang tamu itu dan kembali duduk di sofa kebanggaanku itu,. Kembali aku melihat ke jendela dan melihat keluar,. Kali ini aku tahu bahwa orang diluar tidak akan melihatku dan hanya akan melihat jendela hitam,. Asyik juga bisa mengamati orang lain tanpa khawatir ia akan melihatku juga, pikirku,. Aku teringat beberapa judul film namun tiba-tiba langit-langit ruang tamu menjadi terang diiringi suara getaran yang berasal dari atas meja,. Kuambil sumber cahaya itu dan melihat tulisan,,

“1 new message”

segera kugeser kunci di layar handphoneku dan terlihat kotak putih dengan nama yang tidak asing,.

“From: X Prudxgha
Message: Kopasus mari udan ngene pancen sindang jaya,.”
(kopi susu setelah hujan begini mantab sekali,.)

Dengan tersenyum simpul aku menekan tulisan “reply” dan menarilah ibu jari kananku menuliskan kata-kata,

“nemplek ta?,”
(berangkat?,)

Kutaruh handphoneku ke atas meja dan melihat sekeliling,. Tanpa sadar aku mencari penegasan atas niatku untuk berangkat ke suatu tempat,. X Prudxgha adalah salah satu teman,. Dari SMA kami biasa bersama,.

Aku menemukan alasan untuk membulatkan niatku kali ini,. Setelah sekian lama aku tidak memakai motor itu, kali ini sungguh alasan yang tepat,.

Tak lama handphoneku bergetar lagi,. Dengan pengirim yang sama kali ini berisi message,,

“yo iku, wis nyruput kopasus iki,. sindang,..”
(nah itu dia, ini sudah minum kopinya, mantab,..)

Kali ini dengan senyuman yang lebih jelas, aku menulis

“langsung on my way, 9 menit, I’m on it,.”

Segera setelah aku melihat bahwa message itu terkirim aku menuju kamar dan mengambil jaket,.

*****

Jalanan terlihat seperti biasanya,. Tak terlalu ramai dan tak terlalu sepi juga,. Kondisi seperti itu mungkin akan menyulitkan bagi sebagian orang yang tidak terbiasa berkendara di daerahku, namun bagiku itu adalah hal yang biasa,. Macet, ramai, klakson, adalah makanan sehari-hari bagi jalanan di daerah Sidoarjo Selatan, sejak adanya bencana lumpur itu, seperti inilah kondisi yang harus kuterima sebagai penduduk disini,.

Yah, dengan beberapa manuver aku akhirnya sampai di posisi paling depan di haluan itu, terlihat cahaya warna kuning dengan berbagai ukuran di kaca spion kiri-kananku,. Sambil tersenyum merasakan kemenangan aku memacu motorku dengan lebih kencang,.

Hey!,…

Tunggu dulu,,

Bukankah aku sedang mengendarai Nacht?, Aku baru menyadarinya sekarang,. Motor yang aku banggakan itu sedang berada di bawahku melaju dengan kecepatan 90km/jam,.

Sebelumnya aku telah lama memilikinya, namun untuk beberapa bulan ini aku dan Ayah bertukar motor dan sekarang motor ini ada di tanganku untuk beberapa hari dengan alasan tertentu,. Aku baru menyadarinya bahwa aku memang merindukan suara dan sensasinya setelah beberapa waktu,.

Dengan senyum tipis aku menambah kecepatan dan kurasakan angin malam itu menerpa wajah dan menyejukkan dadaku,. Sengaja kubuka kaca helm agar aku bisa benar-benar merasakannya,. Rasanya ingin sekali kubuang helm itu dan merasakan dinginnya angin malam, namun aku tahu bahwa helm itu aku pakai untuk keselamatanku, bukan untuk hiasan, maka kuurungkan niatku itu,.

Senyum simpul tadi kini kurasakan menjadi senyuman yang sangat lebar,. Kulihat angka di speedometer sudah tak terbaca karena getaran di motorku itu,. Kubuat belokan-belokan yang sudah lama tak kulakukan,. Manuver-manuver yang sederhana namun sebenarnya berbahaya untuk kecepatan seperti itu,. Aku tertawa,.

Aku tertawa,.

Bahkan aku pun menyadari bahwa aku tertawa, meskipun aku yakin pengendara yang lain tak akan mendengarnya dengan jelas karena hanya bertemu denganku tak lebih dari 2 detik, tapi aku jelas tertawa,. Kurasakan semacam cairan yang mengalir dari dadaku ke sekujur tubuhku yang membuatku merasa nyaman dan geli,. Entah apa yang kurasakan tapi jelas bahwa aku sangat senang saat itu,. Mungkin berlebihan jika aku menyebutkan detak jantungku namun jelas terasa bahwa kakiku-pun bergetar,. Manuver-manuver yang kulakukan aku sadari dapat membahayakan banyak nyawa, termasuk nyawaku sendiri, namun entah kenapa setiap detik rasanya seperti ingin menarik gas lebih dan lebih lagi,. Aku melewati banyak pengendara di belakangku dan dapat kupastikan tak ada yang mendahuluiku dari aku memulai pertunjukan pribadi ini,.

Hahahahahahahahaha!,

Tak henti-hentinya aku tertawa, melewati lampu hijau yang mendadak menjadi merah, mendahului 2 mobil melewati sela-selanya,. bermanuver melewati kumpulan motor yang terlihat tak mungkin dapat dilewati,. Semua begitu menyenangkan,.

Mataku melirik dengan kecepatan yang tak bisa kuukur ke arah speedometer,. Aku tak dapat melihat angkanya dengan jelas, namun dari sudut yang dibentuk oleh jarumnya, aku dapat menyimpulkan bahwa sekarang sudah 125 atau 135 km/jam,.

Aku mengganti tawaku dengan senyuman yang memperlihatkan gigiku seperti telah mendapatkan sesuatu yang tidak dimiliki orang lain,. Aku melepaskan tangan kanan dan menekan kopling di tangan kiri, seketika aku bagaikan mengendarai sesuatu yang tidak bermesin dan meluncur begitu saja,. Kulihat jarum speedometer yang membentuk sudut tumpul tadi kini memutar ke arah sudut lancip dan terlihat angka 80 disana,. Dengan santai aku membelokkan kemudi ke arah kanan sambil melihat ke belakang bergantian dengan arah depan yang harus aku waspadai,.

*****

Aku menetralisir persneling sambil menahan tangkai kopling di tangan kiriku,. Setelah kulihat warna hijau di barisan speedometer aku menekan tuas “stop engine” dan memutar kontak ke arah off, menekannya sedikit lagi dan memutarnya ke arah kiri,. Kucabut besi unik itu dan kumasukkan di saku jaketku,. Kugoyangkan kemudi untuk memastikannya telah terkunci dan melepas kemudian menaruh helm di spion kanan dan memastikannya tidak jatuh,.

Aku turun dari motor dan berjalan santai menaiki tanjakan kecil dan menyapa Prudxgha kemudian duduk di sebelahnya,. Sambil berkata “kopi susu jahe” ke arah Om Kan’z sebagai penjual, aku menarik satu pack rokok S. Pro Mild dari saku kausku dan mengeluarkan isinya dan menjepit ujung busanya dengan bibirku,. Kusambar korek yang ada di meja Warkop itu dan menyulut rokokku dengan sekali tekan,. Kuhisap rokok dan kuhembuskan dengan cepat, kemudian kuhisap lagi dalam-dalam dan kali ini ku hembuskan dengan sangat-sangat pelan,. Kuakhiri hembusan asap itu sambil tersenyum mengingat apa yang baru saja kurasakan dengan motor kesayanganku itu, aku mengeluarkan kata umpatan tanda bahagia dan menceritakannya kepada Prudxgha,.

*****

bersambung (entah kapan),.

Postingan terbaru dari cold4hands:

Artikel lainnya di Daftar Isi

about this blog

About Me And This Blog

cold4hands

About cold4hands

Hanya seorang pria biasa yang mencoba mengekspresikan diri dengan karya-karya sederhana

Posted on Mei 8, 2011, in My Story and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 35 Komentar.

  1. Keren Novelx.. Heheh

  2. ebusyeet,
    lagi asik asik baca malah to be continue,
    hahahahahahah..

    “Aku tidak benar- benar tahu yang ku pikirkan saat itu namun sepertinya otakku sibuk menggambarkan hal-hal yang tidak penting,.”
    Hmmm, i know what u thinking of..
    Hahahah

  3. woow…
    Ceritanya bikin novel sendiri nih bro…😉
    Hehe…
    Penasaran nih dengan kelanjutannya…😀

  4. Ini bahasa novel ato puisi? *puyeng* Formal amat yak? Tapi bagus kok, beneran.
    Eniwei nama temennya aneh, prudxgha *nyengir*

  5. Hmm.. Cerita yang bagus, berbakat jadi penulis novel nih.

  6. Ehm… cerbungnya baguus… tapi lebih bagus kalo ada gambarnya. jadi makin semangat bacanya. hehehe

  7. bagus ceritanya..

    tapi arti sms itu apa yah??😀

  8. awalnya, tak kira cerita “nyata”,,
    ternyata sebuah cerbung yang OK banget, mantep🙂

  9. to be continued, di tunggu penasaran apa yang akan di lakukan…🙂

  10. Firus by Hacker©

    ᓫhahaaha, … …

    ᓞanda berbakat menjadi seorang penulis, .. ..
    ᓫdi tunggu karyanya, nanti saya beli buku, .. ..
    Benar!! .. ..

    ᔀeee, ngomong2 kamu suka ngebot di jalanan juga ya? .. .. Motor apa sih? ᓫHarley? ᔀFerrari? … ..
    ᓫapa bebek? .. ..

    • hahaha!, akhirnya master firus kembali juga ke dunia maya, hehehe!,
      suka becanda ah, disini kan cuma berbagi kisah saja bro (itu kata keren dari curhat!) wkwkwkwk,,

      bukan motor seperti itu kok bro,.
      kebetulan yang dipakai ngebut itu si Nacht (nama motor saya) v-ixion,.

  11. Bahasax keren sob, good job

  12. yah bersambung…g sabar nich nunggu kelanjutannya…hehe

  13. cerita yg menghanyutkan, hehehehe

  14. kk mampir ke blog ku, ada yang baru???

    hehe…

  1. Ping-balik: High Speed / The Beginning « cold4hands

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: