High Speed / The Beginning

helmBeberapa tahun yang lalu,…

Aku terbangun dengan mata masih terpejam,. Berusaha mengingat apa yang baru saja aku lakukan,. Sedikit demi sedikit aku mengumpulkan kesadaran dan merasakan bahwa aku masih di tempat yang sama ketika terakhir kali mataku terbuka,. Untuk beberapa saat hal itu terasa nyaman sekali,. Aku berusaha untuk sedikit membuka mata dan kulihat cahaya dari sudut kanan atas kamarku sambil mengingat kejadian dari sisa-sisa mimpi yang baru saja aku alami,. Tak terlalu jelas, namun aku teringat akan sebuah nama,.

*****

Kuhisap rokokku dalam-dalam dan menaruhnya kembali di tepi asbak,. Hari ini cerah, pikirku sambil melihat keluar jendela dari ruang tamu,. Aku membayangkan banyak hal dan seketika sesuatu melintas begitu saja di benakku,. Aku tak tahu bagaimana kondisi sebenarnya namun kejadian kemarin masih terasa sangat nyata dan terulang-ulang kembali seakan benar-benar ada di depan mataku,. Lamunanku terpecah ketika sebuah benda di sebelah kananku bergetar,.

Pesan dari seseorang, pikirku,. Kutekan beberapa kombinasi tombol untuk membuka kunci dan segera dapat kubaca pesan dari seorang teman,.

“Apaan?, Gaya amat pake sakit segala?,”

Kubalas dengan beberapa kata yang aku sendiri tidak begitu paham apa artinya, dan kuletakkan handphone itu agak jauh dari posisi semula,.

Ouch’,,,

Mendadak tubuhku kaku,.

Kurasakan sakit yang menjalar ke seluruh tubuhku dari dada kananku,. Aku benar-benar merasakan bahwa dadaku sakit sekali sekarang,. Mataku terpejam dan berharap sakit itu hilang dengan sendirinya,.

Kurasakan kembali bagian-bagian tubuhku,. Kini aku dapat menggerakkannya secara perlahan dan dapat kurasakan itu,. Setelah rasa sakit itu pergi kucoba untuk membuka mata dan kulihat tangan kiriku mencengkeram kaus di bagian dadaku,. Aku tidak sedang bermimpi ternyata,.

Perlahan aku meraih handphone yang baru saja kuletakkan, kurasa,. Sambil membenarkan posisi dudukku, kutekan kombinasi pembuka kunci sekali lagi dan melihat ternyata sudah ada balasan,.

Bukan,. Bukan dari pengirim yang sama,. Kali ini dari seorang wanita,. Yah, bisa dibilang kami berpacaran meskipun backstreet, dan aku sangat menyayanginya,. Pasti dia khawatir, pikirku,. Mengingat kondisi kami sekarang satu kelas, jelas saja dia tahu kalau aku tidak masuk sekolah hari ini,. Kubaca isi sms itu,.

“Say, qm skit ap? kq g kci kbar k aq c sblumx?”

Hmm, senang sekali membaca pesan itu,. Yah, meskipun kami masih kelas 2 SMA dan hubungan ini kami jalani secara diam-diam, tapi menyenangkan sekali mendapat perhatian dari wanita yang kusukai ini,. Aku tersenyum dan tiba-tiba saja kurasakan perih di bibirku,.

*****

Flashback,.

Aku menoleh ke kanan untuk memastikan tidak ada kendaraan dari arah belakang dan menggeser saklar lampu sein,. Kuikuti arah lampu berwarna merah dari motor ayahku di depan,. Aku menoleh kebelakang sesaat untuk memastikan adikku berada di boncenganku dan kembali melihat lampu belakang motor di depanku,.

Malam itu jalanan terlihat biasa saja, seperti hari Sabtu biasanya yang agak ramai meskipun sudah diatas jam sepuluh,. aku melihat lampu jalan di arah kanan atas yang beruntun ke depan dan bergerak lambat ke arah belakang seiring dengan kecepatanku yang masih terhitung rendah,. Kembali kulihat lampu motor di depanku yang semakin membesar,. Ayah mengurangi kecepatannya dan menurunkan tangan kiri aba-aba agar aku menarik gas,. Kuposisikan motorku di sebelah kiri motor ayah dan kulihat ibu menoleh ke arahku,.

“kamu di depan saja” kata ayah,.

Tanpa kata-kata aku mempercepat laju motor yang kukendarai dan mandahului ayah yang berboncengan dengan ibu,. Dengan santai aku mengendarai motor dan menengok ke kanan kiri seolah-olah mengamati keadaan sekitar,. Aku memang masih baru dalam hal ini,. Mengingat motor pertamaku yang sedang kukendarai ini baru berumur satu bulan,. Sebelumnya aku belajar dengan menggunakan motor ayah berjenis “motor laki” yang memiliki tuas kopling dan transmisi persneling yang kunilai rumit, tentu saja mengendarai motor “bebek” ini terasa lebih mudah untukku,. Namun kuakui aku masih awam dalam dunia berkendara di jalan raya, tentu saja aku sadar bahwa masih banyak yang harus kupelajari mengenai haluan jalan, tata tertib dan lain sebagainya, apalagi dengan kondisi aku masih belum memiliki SIM saat ini,.

Tapi mau bagaimana lagi, jelas aku tidak mau kelihatan bodoh meskipun di depan orang tuaku sendiri,. Apalagi aku sedang membonceng adikku,. Meskipun sebenarnya aku masih sangat grogi, namun aku berusaha bersikap se-santai mungkin dengan menoleh ke kanan dan ke kiri yang sebenarnya sangat berbahaya untuk orang yang baru belajar sepertiku,.

Jalanan kini sudah agak sepi,. Maklum, pengendara lainnya rata-rata berkecepatan diatasku,. Meskipun begitu, aku tidak berniat untuk menambah kecepatan mengingat aku masih belajar dan aku takut dengan kecepatan tinggi,. Apalagi ini adalah perjalanan pulang ke rumah dan jaraknya pun hanya sekitar setengah jam dengan kecepatan ini, jadi tak usah terburu-buru, pikirku,.

Aku menikmati berkendara di depan sebagai pembonceng,. Karena sebelumnya aku biasa di belakang si pengemudi, maka kali ini aku menyadari bahwa ternyata mengemudi itu rumit juga, banyak yang harus diperhatikan seperti kondisi jalan, transmisi persneling, kecepatan, haluan, pedal rem, tarikan gas, apalagi perasaan nervous karena aku masih baru,. Yah, aku masih harus banyak belajar,.

Kulihat jalanan yang sepi di depan,. Sekilas aku melirik jarum speedometer yang menunjuk ke sekitar angka 40, kemudian,.

Hey, tangan adikku dimana?,

Pantas saja perutku terasa dingin,. Padahal sebelumnya kedua tangan adikku berpegangan melingkar di perutku,. Memang adikku sedang membawa tas plastik yang berisi sepatu barunya, namun harusnya benda itu bisa dibawa dengan satu tangan dan tangan lainnya tetap berpegangan,.

“Hey Bil, kok nggak pegangan?,” kataku setengah berteriak melawan suara angin,.

Kemudian sekilas kulihat sebuah tangan dari arah kanan memeluk perutku,.

“kamu taruh saja sepatumu di pangkuanmu, dengan begitu kan kamu tidak perlu memeganginya?” sambil sedikit menoleh ke kiri namun tetap memperhatikan jalan di depanku,.

Aku tidak mendengar atau melihat respon dari adikku,. Maka dengan cepat kuperhatikan jalanan di depanku yang kosong dengan barisan mobil yang terparkir berjajar di sebelah kiri di depan ruko-ruko pinggir jalan itu,. Aman, pikirku,.

Aku menoleh ke bawah dan kutarik tangan kiri adikku kemudian menempatkannya ke perutku menyambung dengan tangan kanannya tadi,. Kukembalikan tangan kiriku ke arah kemudi kiri dan kembali melihat ke depan,.

*****

Kurasakan dua tangan yang kuat memegang dadaku,. Kubuka mata dan kulihat kerikil aspal menjauh,.

Bukan, aku yang menjauh,.

Aku terangkat ke atas dan kulihat motor itu masih berada di antara kedua kakiku,. Sambil mengedip-ngedipkan mata kulihat motorku yang terkesan agak buram,. Hmm, ini mimpi yang aneh, pikirku,.

Tiba-tiba kaca helmku terbuka dan kulihat wajah ayah dengan ekspresi seperti mengamatiku,. Aku sekarang tahu bahwa tangan yang menarikku tadi adalah tangan ayahku,. Ayah menuntunku menuju pintu salah satu ruko yang sudah tutup dan membiarkanku duduk,.

Apa ini?, kenapa badanku terasa lemas sekali?,

Ayah berjongkok dan mengamatiku kembali,. Tanpa berkata-kata ayahku tersenyum dan kemudian berdiri,. Ia berjalan menjauh dariku menghampiri orang yang sepertinya sedang berdebat dengan ibu,. Kini ayah tidak lagi menutupi pandanganku dan segera saja aku menyadari bahwa aku tidak sedang bermimpi,.

Motorku berada di belakang sebuah mobil,.

Dan motorku hancur,.

Sambil menumpulkan kesadaranku, aku mengingat kembali apa yang terjadi,. Dengan keras aku mengingat kejadian sebelumnya kemudian kulihat adikku yang duduk di sebelah kananku memagang helm,.

“kamu nggak apa-apa Bil?,” tanyaku,.

“iya,.” sahutnya sambil meletakkan tas plastik hitam,.

Seketika aku dapat mengingat kejadian sebelumnya dan menyadari bahwa aku telah melakukan kekeliruan,. Bukan, bukan kekeliruan, tapi kesalahan,. Kurasakan penyesalan yang teramat sangat seiring datangnya rasa sakit di bagian dada dan mulutku,.

Dengan jantung yang masih berdebar, Kubuka helm yang ternyata masih kupakai,. Segera saja udara dingin menerpa kepalaku,. Kujilat bibir bawahku dan merasakan sobekan yang dalam,. Aku hampir menangis bukan oleh rasa sakitnya, namun lebih ke perasaan bersalah di dadaku ini,. Apa yang telah kulakukan?, sh*t!,.

Aku hanya bisa menunduk dengan merasakan sakit yang berangsur-angsur semakin menjadi di seluruh tubuhku,.

*****

Kutekan tombol reply dan mengetik balasan untuk pacar “diam-diam”ku itu,.

“kmaren hbis kclakaan,. Tp udah gpp kq,.”

kukirim sms itu dan mengunci tombolnya,. Sambil mengingat kejadian kemarin, aku mengambil rokok yang masih menyala dan menghisapnya dengan lebih hati-hati,. Plester di bibirku ini tidak terlalu mengganggu namun aku harus lebih berhati-hati karena aku memang menolak untuk dijahit,. Yah, kurasa akan aneh kalau besok aku datang ke sekolah dengan jahitan di bibir, jadi sekarang sobekan ini tetap tertutup hanya dengan plester sehingga aku tak boleh terlalu banyak menggerakkan mulut,.

Handphone di tanganku bergetar kemudian kubaca isi pesan itu,.

“kclakaan? qm gpp kn Say? kq bs?”

Aku membayangkan bagaimana ekspresinya dan kuketik balasan dengan cepat,.

“G,. Kmaren aq nbrak mbil, hehe!, emg dsar mbil kurg ajar tu, masa dr tmpat prkir trus tb2 aj mndur,. Y aq g tw, jd nbrak dch, hehe!,”

Kuharap dengan ekspresi sms seperti itu ia tak terlalu mengkhawatirkanku meskipun aku tahu bahwa aku pasti gagal untuk itu,.

Aku anggap kejadian ini sebagai pelajaran dan berharap agar nanti aku dapat menjadi pengendara motor yang baik serta tidak mengulangi kesalahanku sebelumnya,.

Kini setelah beberapa tahun berlalu rasanya kejadian “kecelakaan pertama” itu masih saja dapat kuingat dengan detail seolah-olah ada di depanku,. Tentu saja kini aku lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan raya,. Setiap kecelakaan rasanya semakin membuatku untuk terus menambah kecepatan dan “keterampilan”,. Yah, aku benar-benar bersyukur atas semuanya,. Memang benar pengalaman adalah guru yang sangat baik,.

bagian depan

motor dalam cerita diatas

Sayang sekali saya tidak memiliki foto motor tersebut ketika masih rusak,. Gambar di sebelah kanan adalah bagian depan motor yang saya gunakan ketika terjadi kecelakaan tersebut,. Memang kecepatan ketika itu sangat rendah sekitar 40km/jam, namun dari keterangan ayah, saya menabrak bagian belakang mobil begitu saja tanpa ada perlambatan dan bahkan saya tidak menge-rem sama sekali,. Kecelakaan mengakibatkan motor tersebut rusak parah dengan kerangka body yang bengkok,. Setelah mengalami beberapa perbaikan dan penggantian bagian yang rusak maka motor tersebut sudah dapat digunakan kembali sampai saat ini,. Hanya ada satu bagian yang tidak saya ganti yaitu bagian depannya, terlihat di gambar bahwa bagian tersebut berlubang,. Saya memotongnya agar terlihat rapi dan sengaja saya biarkan seperti itu untuk mengingatkan saya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,.

Artikel terkait: High Speed / My Euforia

Postingan terbaru dari cold4hands:

Artikel lainnya di Daftar Isi

about this blog

About Me And This Blog

cold4hands

About cold4hands

Hanya seorang pria biasa yang mencoba mengekspresikan diri dengan karya-karya sederhana

Posted on Mei 16, 2011, in My Story and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 30 Komentar.

  1. panjang amat bro.. hehe:mrgreen:

  2. setiap kecelakaan selalu memacu untuk menambah kecepatan dan ketrampilan. Wih, keren yang ini.
    Padahal, kecelakaan pertamaku walaupun ga parah, aku sudah ga berani lagi menambah “kecepatan”, apalagi berlenggak lenggok menari di jalanan. Terlebih, ketika kecelakaan itu semakin beruntun dan nasehat dari ayahku dan ibuku yang selalu mengiang di telingaku “Nak, hati hati di jalan”, “Nak, ga usah ngebut ngebut”. Jadi tambah takut..😦

    Keren ceritanya….🙂

    • Yah, nggak tau lagi,. Saya beberapa kali mengalami kecelakaan,. Dan diatas itu kecelakaan pertama saya dulu, sekarang udah nggak pernah lagi, tobat, hehehe,.
      Saya selalu protes kalo diingatkan suruh pelan-pelan, soalnya yang namanya berkendara ada kalanya kita harus menggunakan kecepatan tinggi seperti di daerah rawan “siluman”,. Makanya sekarang orang tua saya mengingatkannya cuma “hati-hati di jalan ya,.”,.
      Karena buat saya yang penting hati-hati dan tau kemampuan diri sendiri, soalnya kalo pelan-pelan tapi nggak hati-hati kan sama aja, hehehe,.
      Aduh, malah curhat lagi saya ini,.

  3. Ini beneran ato fiksi?
    Tulisannya/penyampaiannya sangat bagus untuk ukuran Real-Story…🙂
    Nice bro.

    Yah blom dikatakan “pengendara motor” klo belom jatoh/kecelakaan, huehuehue…

    • hahahaha!, itu kisah nyata yang saya penyampaiannya saya hiperbola bro Ikky,.
      Tuh diatas sudah saya kasih gambarnya,.

      Tapi, yang namanya kecelakaan ya siapa yang mau?, hehehe,,

  4. Hiperbola? Sok sastra kali. Wkwkwk. But so nice so good..😀

    Iya juga sih, tapi… Ah sudahlah…

  5. Firus by Hacker©

    wah cerita alur maju-mundur-maju, .. ..

    jadi ini cerita sungguhan? .. ..
    Dan ini juga murni karyamu? .. ..
    ᓫeh busyet, kamu anak seorang Noveles??? .. ..
    ᓫsmart banget, .. ..

    ᔀeh ngomong2 adik kamu gimana habarnya kok gak ada lagi di cerita setelah kecelakaan? Apa dia baik2 aja? Apa meninggal? .. .. kok lenyap begitu aja adiknya? Berapa umur adik kamu? Cewek apa cowok? Ikutan trauma juga gak adiknya? .. ..
    ᔀsaya mah kasihan ama adiknya, .. ..ᔀsama C4H gak kasihan, .. ..

    ᓫhahahaha, bercanda, bercanda, .. ..
    ᔀkalau kecelakaan itu gak bisa di hindari, setiap orang pasti ada yang pernah mengalami, .. ..

    Jadikan segala sesuatu itu pelajaran hidup, hueh saya suka kata2 itu, .. ..
    ᓫC4H makasih ya sudah mau berbagi ceritanya, menarik dan kosa katanya juga agak enak di baca dan lagi bisa di jadikan pelajaran hidup buat semuanya, .. ..
    Makasih, makasih, .. ..

    • mengenai alur itu, gimana ya,.
      mundur ke beberapa tahun yang lalu di kelas 2 SMA, trus mundur lagi di kejadian malamnya, trus balik maju lagi,. Trus maju lagi sekian tahun ke kehidupn nyata sekarang, hehehe, nggak jelas,.
      Yang pasti ini kejadian nyata dan saya sendiri yang nulis,. tapi ayah saya bukan novelis,. saya dari keluarga biasa yang sederhana, bukan siapa-siapa,.

      Adik saya, kan sudah saya sebutkan dia duduk di samping saya waktu saya buka helm,. Dia sih malah baik2 saja waktu itu, cuma lecet tangan aja,. Saya sangat menyayanginya, umurnya 6 tahun dibawah saya, kami 2 bersaudara dalam keluarga dan dia cowok juga,.

      Senang sekali bisa berbagi pengalaman dan pelajaran,.

      saya yang terima kasih master firus,. sanjungannya ketinggian akh, hwehhehhe,. Nanti helm saya nggak muat kalo terlalu besar kepala ini, wkwkwkwkwkwk!,

  6. Berbakat nih jadi penulis novel beneran. Cuma harus lebih dipadetin aja. hehehe

    Beneran Keren… Tetap semangat ya.😀

    • hahahahaha!, huahahahahahaha!, lho malah ketawa?,
      yah, makasih sist, tapi saya nggak ada cita2 jadi penulis sebenernya, cuma iseng aja,. btw, makasih sarannya,.
      makasih juga udah mau baca tulisan nggak jelas ini, hehehehe,, :D:D:D

  7. bos.. tulisan lo kirimin ke redaksi aja.. lumayan klo dapet kontrak.. cba aja …

    • hahaha!, ada-ada aja sob,. tapi lumayan juga ya kalo tembus?, hehehe!,
      Yah, berkarya dulu lah di blog sederhana nggak jelas ini, nanti kalo udah 1000 orang yang bilang bagus baru coba, hehehe,,
      btw, makasih sarannya sob,

  8. azipp tlisan’a.. Terbawa suasana bc’a.. Sipp trus berkarya~

  9. Firus by Hacker©

    ᓫhuahahahaahhaahha, .. .. Helm. Helm. .. ..

    Hehehe
    ᓵiya kok bisa aku melewatkan bagian yang itu ya, .. .. Huahahahaha, .. …

    ᔀtapi benar seperti kata teman2, kamu punya bakat alami, .. ..
    ᓫkalau terus berusaha kamu bakalan bisa jadi sutradara Film seperti hanong bramuntooo, .. .. ᓵbenar gak namanya? .. ..
    ᓫhahaha, apalah itu, yang penting kamu berbakat dah, .. ..
    Mungkin suatu hari nanti kamu akan bisa mengguncangkan dunia dengan karya-2mu, .. ..

    ᓫlanjutkan, .. ..
    ᔀjangan lupa juga waktu harus pintar2 di bagi, .. ..
    Hehehe

    • kenapa helmnya master?, hehehe,.
      aduh aduh, kepala saya berat nih, sandarin dulu ah, hahahaha!, menyanjungnya berlebihan lagi ini master firus,.
      kalo nggak salah namanya Hanung Bramantyo kan?, yang suaminya mantan saya itu, hahahahaha!, peace,.

      Yup, terima kasih sudah mengingatkan,. memang benar katanya master firus,. waktu lebih berarti dari uang,. catat

  10. wuaaaaahh,
    Serasa lagi baca novel usang yg gak pernah gue sentuh di rak buku,, (jyah, ketauan deh jarang baca novel)
    Mantaaaaaapp,,
    gue salut lah,
    Walaupun sambil terkantuk-kantuk bacanya, (gue baca tulisan ini sekitar jam 00.03) tapi lumayan oke buat jdi penghantar tidur gue,
    Hahahahahahah..

    • waduh, rak buku katanya?,
      kalo saya adanya malah rak CD bokep film bajakan, wkwkwkwkwk!,
      yah, selamat tidur dah, moga jangan sampe mimpi sama tante-tante, huahahahaha!,
      ngaciiirrrr!,

  11. ajieb..
    ini yg ane suka,, ga semua org bsa menulis kayak gini,,

    coba ane punya hobi menulis juga, pasti dah banyak hasil tulisan ane dibaca org diseluruh dunia,, (ngarep.com)

    Tapi sayank, ane cuma punya hobi membaca..

    • hahaha!, kalo saya malah nggak hobi nulis, tapi lebih ke visual,. imajinasi liar, lhoo???

      saya anggap semua yang punya blog pasti hobi nulis,. soalnya kalo hobi memahat malah bikin patung, hehehehe, peace,.:mrgreen:
      makasih udah sudi mampir kesini sob,,😀

  12. pokokx Keren lah Ceritanya

  13. Wah ceritanya bagus. Mantap. Salam kenal… Wkwkwkwkw

  14. Firus by Hacker©

    ᓫhuahahahahah, mantan katanya, .. ..
    ᓫhahahahahaah, .. ..
    ᓧsama2 C4H, ayo kita berjuang bersama menjunjung tinggi bangsa indonesia melebihi negara tetangga, .. ..

    • :mrgreen: yah, keliatan kalo ane ngarep banget jadinya, wkwkwkwk,.
      setuju!, mari kita bulatkan tekad untuk memajukan Indonesia demi anak cucu kita,.
      (pasang tampang garang busungkan dada tangan kanan mengepal keatas dengan background api)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: