Arsip Blog

Awal: Ketertarikan Saya pada Rubik #2

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang bagaimana saya mengenal dan mulai mempelajari rubik,. Hmm, saya lupa kemarin sampai dimana cerita saya,. Soalnya artikel ini saya ketik dalam kondisi offline,. Modem saya sedang bertugas di tempat lain soalnya ^^,. Ya sudahlah saya lanjutkan saja seingat saya,.

Saya mendapatkan rubik yang lumayan baik,(paling tidak waktu memutar rubiknya itu nggak pake emosi^^) ketika saya sudah mempelajari solving rubik tingkat beginner (beginner method), jadi saya tinggal melancarkan gerakan jari dan memahami algoritma saja,.

Selanjutnya saya mulai mengukur kecepatan saya dalam solving(mengembalikan rubik ke kombinasi warna semula),. Awalnya saya dapat menyelesaikan dalam waktu sekitar 2 menit lebih,. Read the rest of this entry

Awal: Ketertarikan Saya pada Rubik

Cerita ini hanyalah kisah bagaimana saya memulai ketertarikan saya pada sebuah puzzle toy yang dinamakan rubik. Hingga saat ini, saya masih senang memainkannya di waktu senggang dan ketika menunggu, atau menghilangkan kebosanan. Permainan ini sangat efektif bagi saya, dan banyak cuber(orang yang biasa menyelesaikan puzzle ini)  lainnya.

Bermula pada sekitar tahun 2010 yang lalu,. Awalnya sya melihat seorang teman memainkan puzzle tersebut dengan dibantu algoritma(sebuah aturan/rumus untuk rubik). Karena sebelumnya saya tidak tahu apapun tentang puzzle ini, saat itu saya mencemoohnya, “haha!, masa maen gituan aja pake rumus?,” begitulah saya^^

Ketika itu teman saya beralasan, bahwa memang puzzle itu dapat diselesaikan dengan tidak menggunakan algoritma, namun akan sulit sekali jika hanya mengandalkan intuisi saja,. Apalagi hal tersebut memerlukan imajinasi dan logika yang sangat kuat,. Dia menambahkan, “Ini kan buat orang yang cenderung pake otak kanan, nah, aku kan dominan otak kiri, jadi wajar dong kalo aku perlu bantuan, sekaligus latihan aktifin otak kananku ^^” Read the rest of this entry